Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Aku Hanya Wanita Biasa

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak..
Terimakasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..

Aku tak sebijak bunda khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambh rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu..

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu..
Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku karena aku bukan putri.. Aku hanya wanita biasa..


Ditulis oleh author oaseimani.com

Ingin Seperti Nisa

Rabu, 20 Oktober 2010

 Catatan ini dapat memberikan muhasabah bagi diri seoarang muslimah, ingin sekali aku seperti Nisa, yang memakai jilbabnya karena Allah dan takut akan azabNya. begini kisahnya

Ada seorang sahabat bercerita, “Kisah ini tentang adikku, Nur Annisa, gadis yang baru beranjak dewasa namun agak Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya agak mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji. Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran-pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang agak keras "Mama coba lihat dech, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya nggak beda ama kita, malah teman-teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om-om, sering jalan-jalan, masih mending Ani, walaupun begini gini Ani nggak pernah mo kaya gituan" bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis, lirih terdengar doanya " Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau".

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil-kecil. Suaminya bernama Abu khoiri, (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas-desus mengenai istri dari Abu khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku "kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli?"...trus aku jawab sambil lalu" kalau kamu mau tau,datangi aja langsung rumahnya". Eehhh... tuh anak benar-benar datang kerumahnya. Sekembalinya dari rumah tetanggaku, kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi...entah apa yang terjadi...?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk di buatkan Jilbab...yang panjang lagi...rok panjang, lengan panjang... aku sendiri jadi bingung... aku tambah bingung campur syukur kepada Allah SWT karena kulihat perubahan yang ajaib... yah kubilang ajaib karena dia berubah total... tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman-teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan... kulihat dia banyak merenung, banyak baca-baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kayak gadis atau femina ganti jadi majalah-majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku... tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur'annya, sholat sunatnya... dan yang lebih menakjubkan lagi... bila teman ku datang dia menundukkan pandangan... Segala puji bagi Engkau ya Allah SWT jerit hatiku...

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan minyak KALTEX. Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggilku untuk pulang ke rumah (rumahku di madiun). Di pesawat tak henti-hentinya aku berdoa kepada Allah SWT agar Adikku diberi kesembuhan, namun aku hanya berusaha... ketika aku tiba di rumah... didepan pintu sudah banyak orang...tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah... kulihat ibuku menangis ...aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku... sambil tersendat-sendat ibuku bilang sama aku "Dhi, adikkmu bisa ucapkan kalimat Syahadah diakhir hidupnya "...tak dapat kutahan air mata ini...

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya... diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup,,, kemudian kubuka selembar demi selembar... hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul dihatiku... perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu khoiri... disitu kulihat Tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku... isinya seperti ini :
-Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas airmata)-

Annisa : aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari)... ibu... wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah ...sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.
Annisa : tapi ibu kan udah punya anak enam ...tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah... sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah SWT berkehendak... siapakah yang bisa menolaknya

Annisa : Ibu... selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku... namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam-macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab... hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab... menurut ibu bagaimana?!?

Istri tetanggaku : duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki,segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan muhrim kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita...

Annisa : tapi yang kulihat banyak wanita jilbab yang kelakuannya nggak enak...

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami

Annisa : apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin, hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu, hijab lidah kamu dari berghibah dan kesia-siaan... usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT, hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat, hijab hidungmu dari mencium-cium segala yang berbau busuk, hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh,hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu, hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu... itulah hakekat jilbab.

Annisa : ibu... aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab... mudah-mudahan aku bisa pakai jilbab... namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya???

Istri tetanggaku : Duhai Nisa, bila kamu memakai jilbab itu lah karunia dan rahmat yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT... Duhai nisa,,, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan.. ketika ditiup terompet yang kedua kali... pada saat roh-roh manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan, ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita, ketika seluruh nabi ketakutan, ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada dialam ini, ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing-masing hanya memperdulikan nasib dirinya,dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa-rupa bentuk manusia bermacam-macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan,bada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis... menangis karena hari itu Allah SWT murka... belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari itu... hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Hisab... Duhai Annisa,,, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung. Allah SWT...

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya... Subhanallah ... kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan : kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya buta, tuli dan bisu... wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain muhrimnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah SWT, wanita tidak pernah berbicara ghibah dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia.

Tak tahan airmata ini pun jatuh... semoga Allah SWT menerima Adikku disisinya... Amiin Subhanallah ... aku harap cerita ini bisa menjadi ikhtibar bagi kita semua...



Ya Allah semoga Hamba termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Engkau kasihi, Engkau Rahmati, berilah kekuatan kepada Hamba agar senanstiasa berada di jalan Mu dengan istiqomah,,,Amin
diambil dari catatan ibnu abdul bari el-afifi

10 Sebab Doa Tidak Dikabulkan

Selasa, 19 Oktober 2010

  • Seseorang yang meyakini adanya Allah, tetapi tidak menunaikan hak-haknya
  • Seseorang yang telah membaca (mengerti ) kitab Allah tetapi tidak mengamalkannya
  • Seseorang yang mengetahui bahwa iblis adalah musuhnya yang nyata, tetapi ia justru mengikuti langkah-langkahnya
  • Seseorang yang mengakui mencintai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam, tetapi meninggalkan atsar dan sunnahnya
  • Seseorang yang mencita-citakan masuk syurga namun meninggalkan amalan-amalan perayaratan masuk syurga
  • Seseorang yang menyatakan takut akan azab neraka, tetapi ia tidak berhenti melakukan dosa dan maksiat
  • Seseorang yang yakin tentang kepastian datangnya ajal, tetapi ia tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya
  • Seseorang yang sibuk dengan aib dan cacat orang lain, tetapi ia melupakan aib dan cacatnya sendiri
  • Seseorang yang makan rezki Allah, namun ia tidak mensyukurinya
  • Seseorang yang mengubur orang mati, tetapi ia tidak mengambil pelajaran dari padanya.  

  • Sumber : Anonimous 

Akan kah seperti Hasna??

Minggu, 17 Oktober 2010

Judul asli ; Hasna, jemput ayah dan bunda di jannah, ya…sayang ?!

Author: ferryzuljanna. 12 October 2006 : 9:48 am.

Pukul satu Jum’at dini hari, saya terbangun oleh gugahan istri saya.
“Abi, telefon!”, sambil menyodorkan ponsel kepada saya.
Tidak biasanya, saya fikir. Dari layar ponsel saya melihat sebuah nama, Yusuf Baidillah. Pak Yusuf adalah kabid Ibadah di DKM Al-Ikhlas, masjid perumahan cluster kami.

Wa’alaykum salam pak Yusuf, saya menjawab salamnya.

“Pak Ferry, Hasna sudah berpulang ke rahmatullah lima menit yang lalu.”

“Inna lillahi wa inna ilayhi rooji’uun!”. Terperanjat saya, terduduk lemas, dan hilang kantuk saya seketika.

“Jenazahnya akan dibawa kesini segera. Bapak-bapak yang lain akan saya beritahu.”

Saya menutup ponsel setelah menjawab salamnya kembali.
Subhanallah, Maha Suci Allah, Ia berkenan memanggil Hasna malam ini. Di bulan yang indah, bulan penuh berkah, Ramadhan 1427 Hijriah, dalam umurnya yang baru lima tahun.

Hasna adalah putri dari pak Hilmy Riva’i, wakil ketua DKM perumahan kami, anak kedua sekaligus bungsu dari dua bersaudara. Ia cantik dan shalihah. Ia suka ke masjid dengan ibunya, menemani sambil bercanda dengan Yasmin dan Ridho, anak-anak saya yang umurnya sebaya.

Sepekan sebelum meninggalnya, saat ibu-ibu tadarus di masjid, ia berkeliling, menyalami semua ibu-ibu yang hadir sambil mencium tangan mereka. Istri saya terharu, “Duh, shalih sekali anak ini”. Itulah terakhir kali istri saya melihatnya.

Hasna terkena penyakit DSS, suatu tahapan terparah dari perjalanan penyakit demam berdarah. Demam berdarah bila tdk mendapatkan penatalaksanaan yg tepat bisa membawa penderita ke stadium syok, yaitu DSS atau Dengue Shock Syndrome, bila tak juga mendapat tatalaksana yangg tepat akan membawa pada kematian.. Tak ada bercak merah, yang ada hanya panas demam yang turun setelah meminum obat dari dokter setempat, tapi kemudian muntah darah sehari kemudian.

Pak Hilmy pulang dengan hati gundah gulana, hatinya semakin trenyuh saat melihat anaknya terbaring dan mendengarnya berkata,
“Papah, maapin Hasna ya. Mamah, maapin Hasna ya”.

“Ya Allah, anakku berkata begitu, padahal ia belum terkena dosa, dia masih suci”. Hati pak Hilmy menjerit.

Opname dilakukan selama empat hari. Selama itu pula serangan virus DSS semakin menjadi. Trombosit bukan serangan utama. Virus itu menyerang plasma darah yang menuju otak. Cara kerjanya mengerikan. Awalnya hati yang diserang, kemudian dua belas jam berikutnya menuju otak. Setelah otak lumpuh, ia menyerang paru-paru, kemudian jantung, lalu ginjal.

Delapan belas jam sebelum berpulangnya, setelah sahur, pak Hilmy menyapa anaknya yang sedang koma itu. Ia memandang keadaan tubuh Hasna yang sudah mendapatkan pompaan nafas dari mesin, dengan transfusi darah menusuk ke bawah kulitnya.

Matanya sembab. Ia berkata,
“De’, kalau Ade’ masih mau bersama dengan papah dan mamah, masih mau ketemu teman-teman di Adipura, Ade’ harus kuat. Ade’ lawan penyakitnya sekuat tenaga.

Tapi kalo Ade’ sudah nggak tahan, Ade’ sudah mau ketemu sama Allah, insya Allah papah ikhlas melepas kepergian Ade’.”
Pak Hilmy lalu terdiam, sembabnya berubah menjadi genangan.
Hasna, dalam keadaannya yang koma, tak bisa menjawab dengan mulutnya. Tapi, buliran air mata mengalir menuruni pelipisnya.
Dalam dini hari berikutnya, Hasna menyerahkan dirinya ke pangkuan Allah SWT.

Hasna Nuzula Laila, doa kami mengiringimu, melantunkan permintaan yang terdalam dari papah dan mamahmu.
“Hasna, jemput ayah dan bunda di surga ya …”



sumber: oaseimani,com